Si Bisu Pemulung Kardus Kini Berhaji

www.detiksaga.com, Sintang: Hari masih pagi ketika tirai gerimis yang Ia sibak masih mendekap sejuk, Ia tak bisa berkata-kata hanya tersenyum serupa seringai lucu yang membuatku belakangan hafal.

Setiap hari Ia menenteng kardus memungut sisa yang tidak terpakai sebagai nafkah yang menjadi alasan kenapa aku menulis tentangnya kali ini.

Dia sering menjawilku di sudut warung kopi, sambil menirukan hasil reportaseku kemaren sore di sebuah stasiun televisi swasta saat running pertandingan bola, Ia menjukan tanda jempol dan tertawa.

Memuji tulus dengan caranya yang mulai akrab dan mulai ku memahami.

Dia memang begitu, setiap melihat tayangan televisi lokal selalu berkomentar dengan bahasanya sendiri, tidak banyak yang mengerti dari isyarat gerakan tangannya.

“ Namanya Ali, dia masih keluarga kami, disabilitas, tidak dapat bicara, buta huruf dan seorang pemulung,” Kata Yasser Arafat menceritakan sepupunya.

Kurang lebih sepuluh tahun lalu, Kata Yasser Arafat Ia sering menangis ketika melihat orang pergi haji atau pulang berhaji.

Basa :Gamelan Cinta Sang Legenda, Bukti Sejarah Kerajaan Sintang

“ Dengan gerakan tangannya Ia mengatakan Ia pasti berhaji nanti, sungguh tekad yang luar biasa, tahun 2011, Ia berhasil mengumpulkan uang 25 juta dan langsung mendaftar haji dan tahun 2018 ini Allah memangilnya ke Baitullah,” sambung Yasser.

Fotonya beredar di media sosial yang mengundang ketakjuban warga net, seorang pemulung, disabilitas dan buta huruf telah mengajarkan bagaimana cara Allah mengundang hambanya untuk berhaji.

Ali tidak hidup di Kota besar, Ia berada di kota kecil bernama Sintang, sehingga sebagian warga pasar mengenalnya sebagai si bisu pemulung kardus. Sangat mudah mencarinya, Ia populer karena keterbatasanya, bahkan sebagian menganggap maaf Ali tidak waras, karena mungkin Ali selalu terlihat ceria.

Ali Pintar, Ia mengerti Politik, Ketika Pilkada Bupati Sintang, Ali selalu meyakinkan kemenangan calon dengan mengacungkan angka dengan jarinya.

baca :Pemkab Sintang Akan Bangun Kembali Rumdin Bupati Sesuai Aslinya

Saat minum Kopi, ngobrol menggunakan bahasa isyarat dengan Ali buatku sebuah hiburan, Ia adalah berita pagi buatku selalu ada informasi yang Ia ceritakan atas peristiwa tadi malam, tentang kebakaran, tentang pencurian, tentang kecelakaan, tentang bagaimana Ia mengintip kelakuan negatif anak-anak muda Sintang.

Keberpihakanya pada kebenaran juga di perlihatkan bagaimana keburukan akan berakibat pada azab api neraka yang ia simbolkan dengan kedua tanganya.

Ali Lelaki lajang pekerja keras, pagi ini aku masih membayangkan langkah cepatnya menyusuri lorong –lorong pasar raya Sintang mengumpulkan kardus dan dipikulnya, dan pagi ini ketika palu-palu gerimis belum habis.

Ia terlihat berbeda mengenakan batik haji, dipeluk nomor tiga ( Bupati Sintang jarot Winarno Ia menyimbolkanya) berangkat dengan 140 jamaah haji lainya menuju Baitullah memenuhi panggilan atas janji Allah………Selamat berhaji Ali ,semoga menjadi Haji yang Mabrur.(Fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News