PDP Muhammadiyah Sintang : Enam Langkah Strategi Bisnis Ditengah Pandemi

www.detiksaga.com,  Sintang: Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten Sintang Joko Susilo mengatakan Pandemi Covid 19 yang belum menunjukkan gambaran kapan pandemi ini  berakhir, seluruh komponen dihadapkan pada situasi genting dengan ketidakpastian. Ketidakpastian ini berdampak dalam Bisnis, Politik, Pendidikan, bahkan soal kesehatan diri terhadap penyebaran covid 19 yang semakin luas.

“Ditegah kondisi ketidakpastian ini banyak pelaku bisnis yang terdampak, baik omset dan permintaan yang menurun, terhambat proses distribusi, bahkan tidak berjalannya proses produksi, yang pada akhirnya pemutusan hubungan kerja karyawan.,” katanya, jumat (18/6/2021)

 Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian khusus di karenakan sektor industri berperan penting terhadap jalannya roda perekonomian, dimana konsistensi sumbangsihnya yang terbesar pada PDB nasional.

“Pada tahun 2020, kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 17,89%, ekspor di sektor industri mencapai USD131,13 miliar atau berkontribusi sebesar 80,30% dari total ekspor nasional,” ujarnya

Mahasiswa pasca sarjana Universitas Tanjung Pura ini juga mengatakan, para pelaku ekonomi selalu dihadapkan pada masalah ketidakpastian,  berupa harga, kondisi pasar, dan sebagainya.

“Ketidakpastian adalah situasi di mana beberapa kemungkinan hasil dapat dijelaskan dengan menggunakan distribusi probabilitas, dalam ekonomi kita paling sering menggunakan probabilitas subyektif. Dengan distribusi probabilitas tertentu, suatu perusahaan bisa menghitung rata-rata (mean), varians dari penerimaan, biaya, dan laba. Sedangkan konsumen bisa menghitung rata-rata dan varians dari utilitas. Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang dihadapi oleh dunia bisnis,” paparnya.

Secara umum perlu pendekatan minimal 6 langkah seperti ,Pembatasan Masalah, diarahkan pada usaha untuk menentukan dengan jelas batasan-batasan keputusan apa yang akan dibuat. siapa  yang akan memutuskan, bagaimana keadaan yang melatarbelakangi  pengambilan keputusan, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tujuan-  tujuan manajemen.

“Selanjutnya langkah kedua adalah, Penentuan Tujuan. Dalam keputusan ekonomi, kita tidak selalu mendapa keputusan memilih kita harus tahu apa yang kita inginkan. Fluktuasi ekonomi makro, adanya kebijakan baru dari pemerintah, keadaan musim, semuanya membuat proses pencapaian tujuan menjadi tidak pasti. Oleh karena itu, faktor risiko dan ketidakpastian ini juga harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan,’ jelasnya.

Baca juga :ABDSI: Isu Sembako Kena PPN, Psikologi Pasar Terganggu, Harga Sembako Beranjak Naik

Langkah ketiga kata Joko Susilo adalah, pencarian Alternatif, Seorang pengambil keputusan yang ideal, akan mempertimbangkan semua kemungkinan pilihan yang ada dan kemudian memilih satu di antaranya yang akan memberikan hasil terbaik bagi pencapaian tujuannya. , Seorang pengambil keputusan yang ideal, akan mempertimbangkan semua kemungkinan pilihan yang ada dan kemudian memilih satu di antaranya yang akan memberikan hasil terbaik bagi pencapaian tujuannya.

“Selanjutnya, Analisis Dampak, Pada tahap ini kita mencoba untuk mengamati bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif pilihan. Mengunakan informasi yang baik guna meramalkan suatu hasil, perhitungan dengan menggunakan model statistik atau ekonometrika, bisa juga dengan model deterministik jika keadaannya pasti, dan dengan model probabilistik jika pengambilan keputusan dalam keadaan yang mengandung risiko atau ketidakpastian,” katanya.

Kelima, Penentuan Pilihan, pilihan yang paling kita inginkan. Setelah seorang pengambil keputusan menetapkan konteks permasalahan, menetapkan tujuan, dan mengidentifikasi alternatif-alternatif yang tersedia,  Jika semua variabel dalam proses pengambilan keputusan  (misalnya tujuan dan hasilnya) bisa dikuantifikasikan, maka kita dapat  menggunakan beberapa metode tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling optimal.

“Yang terakhir adalah Analisis sensitivitas, disini  menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang optimal akan berubah jika fakta-fakta ekonomi utama berubah. Analisis sensitivitas ini mempunyai beberapa kegunaan diantaranya memberikan informasi faktor-faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi keputusan, menelusuri pengaruh perubahan-perubahan variabel yang tidak diyakini manajer tersebut, dan analisis ini menghasilkan solusi dalam proses pengulangan pengambilan keputusan jika keadaan- keadaan tertentu dimodifikasi,” Urai Joko Susilo (Rl/fik)

Komentar

Detiksaga News