ABDSI: Isu Sembako Kena PPN, Psikologi Pasar Terganggu, Harga Sembako Beranjak Naik

www.detiksaga.com,  Sintang: Ketua Asosiasi Bisnis Development Indonesia ABDSI Kalimantan Barat  Muhammad Fahmi menilai, isu yang berkembang  dipasar perihal PPN (pajak pertambahan nilai) atas sembako membuat psikologi pasar terganggu.

Respon pasar terhadap isu yang berkembang akhir ini, membuat sejumlah pelaku usaha mulai berspekulasi pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikan beredar luasnya isu tentang pajak sembako.

“Terjadi gejolak pasar paska isu sembako dikenakan Pajak Pertambahan Nilai  (PPN), di beberapa komoditas efek PPN berdampak pada reaksi publik maupun pedagang, pemerintah harus melakukan klarifikasi atas isu ini,” katanya, jumat (18/6/2021)

Pemikiran terhadap pajak PPN sembako ini harus dipikirkan ulang, menurut Fahmi Psikologi pasar itu sangat kejam, belum aturan diberlakukan barang langsung bereaksi naik.

“ Pasar menilai ini harus dikondisikan dulu kalau bener benar aturan ini diberlakukan kita tidak terkejut,” ujar Fahmi.

Dosen Fakultas Ekonomi Untan ini juga mengatakan, rencana PPN ini harusnya tidak meresahkan pertumbuhan UMKM , sebab pelaku UMKM akan tergangu dengan isu ini.

“ Kata kuncinya kaji betul aturan ini, dan pemerintah jangan memberikan informasi setengah setengah,” tambahnya.

Di Sintang, kenaikan ini sudah terjadi pada komoditi  ayam yang biasanya Rp 30.000 sampai Rp 38.000 sekarang menyentuh Rp 52.000 naik Rp 14.000, minyak goreng biasanya Rp 16.000 jadi Rp 17.000, Mentega yang biasanya, Rp.3000 persaset kini Rp.5000 persaset naik Rp2.000, sementara kental manis rata rata naik RP20.000 sampai Rp 30.000 perdus.

Palaku Usaha UMKM di Sintang Yanti mengeluhkan kondisi ini, menurutnya kenaikan ini mulai terasa dalam dua pekan terakhir.

“ Yang sangat Signifikan itu harga Ayam, semula 38 ribu perkilo kini 52 ribu perkilogramnya,” katanya.

Sementara Pemilik Warung kopi di Sintang  Jhon mengatakan kenaikan terjadi pada Kental Manis antara 20 ribu hingga 30 ribu per dus. (fik)

Komentar

Detiksaga News