Imbas Pembatalan Keberangkatan Haji Travel Haji dan Umrah Alami Kerugian

www.detiksaga.com,  Sintang: Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengaku pembatalan pemberangkatan haji 2021 sangat berpengaruh terhadap bisnis agen travel haji dan umrah.

Bahkan, pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) terancam bangkrut akibat pembatalan haji tahun ini.

Salah satu pemilik perusahaan penyelenggara Umroh di Sintang  Mustofa Aritour, Anwar Sayuti mengaku sejak pandemi covid-19 kondisi travel umroh terhenti karena tidak ada keberangkatan.

“Apapun upaya selama regulasinya tidak memungkinkan yang sama aja kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Anwar Sayuti, kamis (10/6/2021).

Kerugian finansial sangat besar apalagi travel haji dan umroh yang berkantor pusat di Kalbar, Ada dua model travel ada kantor pusat di Kalbar dan ada Kantor cabang, untuk jenis kantor cabang saja di Kalbar ada sekitar 50 perusahaan.

“ Kalau kantor cabang tidak terlalu besar kerugiannya mungkin hanya pemasukan saja yang berkurang, kalau kerugian dalam bentuk oprasional tidak terlalu kelihatan, tapi mereka jelas tidak bergerak,” katanya

Mengatasi kondisi ini,  perusahaan travel haji dan umrah dalam waktu dekat ini akan dipanggil oleh Kementerian Agama untuk dicarikan solusinya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini. Keputusan  itu diambil setelah Pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum juga memberi kepastian apakah Jemaah Haji Indonesia bisa diberangkatkan.

Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji 2021 atau 1442 H ini. Kebijakan ini dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) No.660/2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji 1442 H atau 2021.

Pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya.

Jemaah haji, reguler dan haji khusus, yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M. (fik)

Komentar

Detiksaga News