Sutarmidji Minta Pemkab Sintang Segera Percantik Kota

www.detiksaga.com,  Sintang: Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta pemerintah kabupaten Sintang menata kota  lebih baik dengan segera membangun jalan dalam kota yang ramah pejalan kaki (Trotoar).

Saat ini jalan jalan di kota Sintang tidak memiliki Trotoar yang layak sebagai calon Ibukota baru.

“Sintang mendapatkan DAK tahun ini sebesar 55 milyar untuk memperbaiki beberapa jalan. Saya mengajak Pak wakil Bupati Sintang Yosef Sudiyanto agar membuat surat kepada kami. Ajukan pembangunan kawasan kotalah. Sintang itu bisa betul-betul jadi kota. Ada trotoar yang bagus, karena apa, lambat laun, Sintang itu pasti jadi ibukota Provinsi Kapuas Raya,” katanya saat menyampaikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Kabupaten Sintang Tahun 2021-2026 secara virtual ,  jumat (19/7/2021) siang.

baca juga :Gubernur Kalbar Ajak Kepala Daerah Buat Perencanaan Berbasis Data

“Kalau keputusan persetujuan provinsi Kapuas Raya hanya saya yang putuskan, maka sudah saya putuskan pembentukan provinsi Kapuas Raya. Tetapi karena  keputusan ada di pemerintah pusat, maka kami hanya bisa mendorong pemekaran itu, tapi cepat atau lambat Sintang akan menjadi Ibukota provinsi baru,”  ujar Gubernur Kalbar

Sutarmidji berjanji akan membantu  mengalokasikan pembangunan trotoar di Sintang. Supaya wajah Sintang bisa dinikmati oleh masyarakat. buat masyarakat senang, memang Sintang sangat luas. Ekonomi Sintang bagus.

“Jarot-Sudiyanto harus maksimal dalam membangun. Sintang bisa disulap menjadi calon ibukota provinsi Kapuas Raya,” harapnya.

Ia juga berpesan lahan seluas  32 hektar untuk kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kapuas Raya yang  ada di depan Kantor Arpusda tidak boleh digangu pihaknya mengatakan telah menyampaikan pada pemerintah pusat  tanah, desain kantor gubernur dan DPRD nya sudah ada.

“Sebenarnya kami sudah mau menata lahan tersebut, tetapi keburu ada covid-19 lalu batal. Saran saya, BPHTB menjadi salah satu sumber PAD. Sintang itu harga tanah sama dengan Pontianak. Tapi, NJOP nya masih rendah,” katanya.

Menurut Sutarmidji, Transaksi  kebanyakan berdasarkan NJOP bukan harga pasar. Ia menyarankan NJOP dekatkan dengan harga pasar, tetapi tidak membuat PBB meningkat.

“Naikan NJOP 80 persen mendekati harga pasar. Tarif PBB nya harus diturunkan, sehingga masyarakat tidak rebut,” saran Sutarmidji. (fik)

Komentar

Detiksaga News