Koneksi Internet Buruk, Tak Ada Belajar Sistim Daring Diperbatasan Sintang

www.detiksaga.com,  Sintang: Sekolah- sekolah di perbatasan Sintang tidak dapat menerapkan sekolah sitim daring (dalam jaringan) akibat jaringan internet yang tidak stabil, untuk tetap melakukan aktivitas pembelajaran para guru perbatasan mendatangi siswa untuk memberikan tugas dan selanjutnya dikumpulkan tiga hari kemudian.

Guru Garis Depan  SMP Negeri 1 Ketungau Hulu, Adam  mengatakan, walaupun berada dipusat kecamatan sinyal internet tetap tidak bisa digunakan.

“Secara umum sistim pembelajaran dengan  pemberian tugas tidak efektif, anak-anak lebih menginginkan belajar tatap muka, namun pemberian tugas ini dilakukan dalam keadaan terpaksa, belajar dalam tatap muka pun belum seluruhnya dipahami apalagi seperti metode pemberian tugas seperti ini, “ ungkap Adam, rabu (29/7/2020).

Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan kabupaten Sintang Setyo Wardoyo mengatakan pembelajaran dari rumah menghadapi situasi yang tidak mudah akibat keterbatasan akses sarana dan prasarana belajar daring.

“ Masalahnya jaringan Internet bagus pun belum pasti pelaksanaan daring dapat dilakukan karena peserta didik atau orang tua harus memiliki gadget, selain itu kwota data juga jadi masalah, dalam kondisi saat ini saya menyarankan guru melakukan variasi belajar lebih kreatif,” katanya.

Perlu juga diberikan tugas yang membelajarkan dengan belajar yang mandiri yang disesuaikan kadaan misalnya memberikan lembar kerja pembelajaran yang didesain oleh guru untuk kepentingan membimbing peserta didik belajar bukan sekedar mengerjakan tugas.

Sementara didalam kota Sintang sendiri pembelajaran sistim daring tidak berjalan mulus dalam satu kelas pemebelajaran selalu saja tidak lengkap alasanya beragam mulai dari jaringan internet, kehabisan kwota data hingga kondisi lainya. Keluhan orang tua dan guru marak di media sosial karena Sekolah sistim daring ternyata membuat pengeluaran orang tua maupun guru lebih besar.(fik)

Komentar

Detiksaga News