Masa Transisi , Bupati Sintang Bebaskan Biaya Rapid Test Sekolah Berasrama

www.detiksaga.com, Sintang:Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan panduan lengkap tentang tata cara menuju kondisi Tatanan Kehidupan baru atau kenormalan baru untuk Masyarakat, dunia usaha, dan komunitas untuk hidup produktif, dengan sehat, aman, dengan kesadaran ditengah ancaman corona.

Tahap Transisi ini, Pemkab Sintang akan memberikan keringanan bagi dunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan sekolah berasrama, seperti pesantren, seluruh rapid test untuk sekolah berasrama dan pondok pesantren, digratiskan.

Saat ini, kata Jarot, bagi penumpang pesawat terbang ke Pontianak tidak diperlukan rapid test lagi. Hanya pemeriksaan medis biasa saja. Dan kemudian rapid test hanya dilakukan untuk yang terindikasi, misalnya pasien datang diukur suhunya tinggi, 38, ada batuk pilek itu perlu rapid test, tapi kalau sehat sehat saja, dibebaskan rapid test.

Untuk sektor usaha, Pemkab Sintang juga memberikan kemudahan. Jika sebelumnya jam buka dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB. Memasuki masa transisi new normal, restoran, warung kopi dan sektor usaha perdagangan diperbolehkan buka sampai pukul 23.00 WIB. Namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan

Jarot mengatakan masa transisi new normal ini dilakukan selama satu bulan. Dimulai sejak Senin 6 Juli 2020.  Dan menerapkan Kenormalan baru mulai  5 Agustus 2020. Selama masa transisi , Pemkab Sintang dan seluruh unsur Forkopimda akan melakukan sosialisasi masif.

“Konsep transisi kenormalan baru, mempersiapkan masyarakat agar siap menyongsong kenormalan baru. Di Kalbar, baru Kabupaten Sintang pertama yang mengeluarkan konsep kenormalan baru,” kata Jarot Winarno saat prsscon, sabtu (4/7/2020) malam.

Dalam masa Transisi satu bulan ini, Pemkab Sintang akan kembali membuka  seluruh sektor untuk menstimulus kegiatan ekonomi dan memberikan beberapa relaksasasi terhadap beberapa sektor.

Pemkab Sintang juga akan membuat model percontohan seperti warung kopi, kantor pemerintah, klinik tempat usaha dan sebagainya yang menjadi acuan penerapan protocol kesehatan pada masa transisi ini.

Sektor transportasi kembali dibuka namun dibatasi kapasitas penumpang hanya 50 persen. Diwajibkan tetap jaga jarak, cuci tangan dan kenakan masker. Pembelian tiket pun harus secara online dan mengurangi pembayaran tunai.

“Masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi udara, tidak diperlukan rapid test untuk mengurangi beban biaya perjalanan. karena ada rapid test jadi menambah harga tiket pesawat,” Tambah Jarot.. (fik)

Komentar

Detiksaga News