Anggaran Terpotong, Jalan Paralel Perbatasan Terbengkalai

www.detiksaga.com, Sintang: Jalan Paralel Perbatasan di Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Rusak parah akibatnya distribusi kebutuhan pokok untuk masyarakat perbatasan terhambat.

Ketua Kelompok Informasi Perbatasan (Kimtas) Kabupaten Sintang Murjani mengatakan Beberapa truk terbalik tepat di simpang Tugu Merah putih Kecamatan Ketungau Hulu akibat jalanan licin dan kubangan lumpur.

“ Kondisi ini sudah berlangsung dalam seminggu terakhir, Jalan Paralel Perbatasan memang belum tuntas dikerjakan sampai saat ini baru tahap penimbungan dengan tanah, beberapa titik sudah diaspal namun masih banyak yang kondisinya parah,” kata Murjani , Sabtu (20/06/2020).

Jalan paralel perbatasan yang bagus kata Murjani hanya di daerah perbatasan kabupaten Sintang dan kabupaten Sanggau tepatnya di jembatan Sungai Secangkul sisanya masih berupa tanah kuning.

Murjani juga mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan jalan Paralel perbatasan ini mengingat jalan parallel perbatasan ini merupakan proyek strategis nasionalyang sudah lama dikerjakan anamun belum selesai.

“ Masyarakat perbatasan menginginkan Jaminan Menteri PU agar jalan Strategis nasional ini dilanjutkan dan tidak ada pemotongan anggaran akibat covid-19,” ujar Murjani.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan Pemangkasan belanja Kementerian PUPR  sehingga banyak  proyek yang saat ini tidak bisa berjalan sejak ada wabah virus korona Covid-19 mulai awal Maret 2020 lalu.

Pemotongan tahap pertama, merupakan pemotongan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2020) lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN 2020.

“Pemotongan kedua, saat ini pun pemerintah secara terus-menerus sedang melakukan penyisiran dari budget mana lagi yang bisa dipangkas. Jadi, kami benar-benar mengantisipasi dampaknya akan cukup berat, pemerintah harus siap untuk melakukan pengetatan ikat pinggang,” kata Febrio.

Dalam Perpres 54/2020, anggaran Kementerian PUPR dipangkas sebesar Rp 24  triliun sehingga tahun 2020 ini hanya memiliki anggaran Rp 95,6 triliun. (Fik)

Komentar

Detiksaga News