Gubernur Minta Bupati Se- Kalbar Lakukan Percepatan Penanganan Covid-19

www.detiksaga.com, Pontianak : Gubernur  Kalimantan Barat Sutarmidji  meminta kepada Bupati dan Walikota se-Kalimantan Barat melakukan langkah – langkah percepatan penanganan Covid-19 secara serius.

Menggunakan anggaran yang ada untuk membantu masyarakat, Saat ini, kata Sutarmidji pemerintah provinsi menyiapkan bantuan untuk 463.000 KK miskin melalui penyaluran bantuan beras 20 Kilogram per KK.

Insya Allah satu atau dua hari kedepan sudah ada di Kabupaten dan Kota di Kalbar,” Ujar Sutarmidji melalui vidio confrance yang di aplode di media sosial miliknya.

Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota yang sudah memilki alat rapid test agar segera lakukan rapid test kepada tenaga medis, PDP , ODP.

Ia juga menegaskan  belum ada kebijakan kita lockdown atau penutupan wilayah Kalimantan barat.

Penutupan wilayah saya serahkan sepenuhnya kepada Kabupaten dan Kota yang merasa memungkinkan, dengan catatan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.” Kata Sutarmidji.

Gubernur juga mempersilahkan  kepala desa bisa menggunakan Dana Desa untuk penanganan virus corona dengan catatan terukur programnya dan mampu di pertangungjawabkan dengan baik.

 

Bupati Sintang  Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas ASN

Pemerintah kabupaten Sintang akan mempercepat belanja kegiatan pemerintah daerah yang bersumber dari DAU dan dana desa.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyatakan  Khusus penggunaan dana DAK tahun 2020 sebesar Rp208,5 milyar berdasarkan surat kementerian keuangan RI nomor S-126/PK/2020 tentang penghentian proses pengadaan barang/jasa DAK tahun Anggaran 2020 dilakukan perubahan.

Jarot juga menjelaskan DAK kabupaten Sintang sebesar Rp64 Milyar akan dihentikan atau tidak dilaksanakan, sedangkan dana sebesar Rp144,5 milyar, akan tetap dilaksanakan yaitu DAK pendidikan dan kesehatan.

“Dana DAK yang tidak dilaksanakan dan pemanfaatan DAU sebesar 186,2 Milyar diharapkan akan menjadi pemompa ekonomi masyarakat  mengingat  pandemic covid-19 dipastikan akan berpengaruh pada kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat,” Kata Jarot.

Pemerintah kabupaten Sintang juga akan melakukan pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan diklat ASN disetiap OPD kabupaten Sintang.

Dana sebesar Rp5,6 milyar hasil realokasi dari perjalanan Dinas ASN akan diarahkan sebesar Rp3 milyar untuk Dinas Kesehatan dalam upaya membiayai pengadaan APD,  belanja disinfektan, dan sebagainya, Tambah Jarot Winarno.

Sementara dana sebesar Rp. 2,6 milyar akan dialokasikan ke RSUD Ade M Djoen Sintang untuk fokus membiayai operasional perawatan pasien Covid-19, dan penyempurnaan ruang isolasi serta ruang isolasi mandiri.

Selain itu pemerintah daerah kabupaten Sintang juga akan menggunakan dana tanggap darurat yang dikoordinir melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di kabupaten Sintang. (fik)

Komentar

Detiksaga News