Sampah Mulai Jadi Masalah Rumit di Kota Sintang

www.detiksaga.com , Sintang:  Penempatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di kota Sintang memerlukan penataan yang lebih baik bila tidak akan berujung pada protes warga.

Seperti yang terjadi di kawasan RT 7 pemukiman komplek perumahan Kelurahan  Ladang Sintang Kalbar, pemilik lahan menutup akses jalan akibat warga membuang sampah di kawasan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan banyak masyarakat membuang sampah sembarangan di pinggir jalan yang mengakibatkan kawasan kumuh.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang Molyadi mengatakan kawasan ini memang bukan tempat pembungan sampah namun masyarakat terbisa membuang sampah di areal ini akibatnya semakin menumpuk.

“ Pemilik tanah  menutup akses jalan karena kawasan ini kan bukan tempat sampah, ini sudah berlangsung lama kami pun melakukan pengangkutan, ini memang bukan TPS legal karena diareal TPS kami mengangkutnya karena terjadi penumpukan sampah yang banyak,” Katanya, Senin (17/02/2020).

Senin, (17/02/2020) siang, Saat media ini melakukan pemantauan kelapangan pemilik tanah sudah membuka kembali penutupan jalan di kawasan tersebut.

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono mengatakan di daerah pemukiman padat penduduk memang diperlukan TPS yang  luas namun petugas pun dituntut melakukan pembersihan secara cepat sebab bila tidak akan terjadi penumpukan sampah yang banyak.

“ Memang penempatan TPS ini idealnya tidak berada di daerah yang berdekatan dengan pemukiman sebab di areal ini pasti akan menjadi daerah kotor apalagi bila petugasnya lambat melakukan pengangutan, Ini kan perlu kesadaran masyarakat juga agar membuang sampah pada malam hari sehingga pagi hari tidak adalagi sampah di TPS.” Kata Senen Maryono.

Menurutnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada malam hari juga masih sangat rendah  akibatnya terjadi penumpukan sampah di TPS yang terkesan tidak ada aktivitas pengangkutan sampah.

“ Dinas lingkungan hidup juga saat ini mengalami keterbatasan armada pengangkut dan petugas, akibatnya sampah tidak dapat terangkut seluruhnya,” Kata Senen.

Masyarakat yang melakukan penebangan pepohonan juga sebaiknya tidak membuang sampah di TPS sebab akan menyita banyak tempat, Senen mengatakan kondisi ini masih  terjadi sehingga memang diperlukan pemikiran bersama dalam mengatasi permasalahan sampah di kota Sintang.

Penempatan TPS di kota Sintang memang perlu kajian, Keberadaan TPS saat ini memang banyak tidak tepat, selain menganggu pemandangan, Aroma dai TPS juga jadi pertimbangan lain kerena dapat menimbulkan polusi udara apalagi bila TPS berada pada pemukiman penduduk.

Sekretaris Kecamatan Sintang Risnandi mengakui permasalahan Sampah di Sintang mulia dirisaukan masyarakat. Dalam musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) permasalahan sampah juga dibicarakan.

“Masalahnya saat ini pun di kota Sintang mulai sulit dicarikan TPS, karena sampah ini kan beraroma kurang sedap sehingga warga menolak  di wilayahnya ada TPS, caranya TPS harus ada di luar kota namun kan jauh juga masyarakat menjangkaunya,” katanya.

Sampai saat ini memang belum ada rapat teknis membahas masalah sampah ini, menurut Risnadi, harus segera dicarikan solusi oleh intansi teknis dalam mengatasinya, pihak kecamatan akan turut bertanggung jawab untuk menciptakan kawasan bersih di pemukiman masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat.// ( fik)

Komentar

Detiksaga News