Krisis Air Bersih Masih Terjadi di Pedalaman Sintang

www.detiksaga.com, Sintang: Sarana dan prasarana air bersih di Kabupaten Sintang masih masih sangat minim menurut data Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang untuk di perkotaan saja cakupanya baru  mencapai 40 persen sementara di pedesaan baru pada kisaran 28 persen.

Selain masalah akses penyediaan air bersih prilaku masyarakat dalam mengkonsumsi juga masih perlu diedukasi.

Wahana Visi Indonesia merilis sepanjang dua 2 tahun pendampingan di 20 desa pada tiga kecamatan  di Sintang masih ditemui masyarakat yang mengkonsumsi air langsung dari tanpa diolah akibatnya banyak warga mengalami stunting dan diare.

Hasil evaluasi  Safe Drinking Water Treatment Project 2018-2019 Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Dinas Kesehatan kabupaten Sintang, mayoritas masyarakat menggunakan air hujan sebagai sumber air utama atau membeli air galon olahan.

Dihubungi via selulernya koordinator Project Air dari WVI Frans Sinaga mengatakan melalui pembagian   2 juta lebih penjernih air dan melatih 84 kader kesehatan serta 33 Tenaga kesehatan di kecamatan Tempunak dan Sepauk kabupaten Sintang dengan penerima langsung manfaat project ini sekitar 38 ribu orang.

“Kita telah menginisiasi membangun embung untuk mengatasi kekurangan air saat terjadi banjir maupun kekeringan agar akses air bersih tetap tersedia dengan menjaga sumber air dan melakukan pengolahan sederhana,” katanya,senin (17/02/2020).

Saat evaluasi pada  locus project Kecamatan Sepauk dan Tempunak hasilnya saat ini 80 persen lebih kepala keluarga telah mengeloh air dengan benar dan sudah tahu cara mengolah air minum dengan aman.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sintang Ir. Zuklarnain, MSI mengatakan dalam penyediaan air bersih pemerintah membagi dua  wilayah yakni perkotaan dan pedesaan, untuk perkotaan menggunakan sistim pengolahan yang dilakukan PDAM. Sementara untuk pedesaan menggunakan Sistim Grafitasi dan pemanfaatan air tanah melalui sumur bor.

“Tahun 2020  Perkim Sintang mendapatkan 7 Kegiatan penyediaan air bersih melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) diharapkan ini dapat mengatasi krisis air bersih di Sintang,” ungkapnya

Awal tahun ini Bupati Sintang Jarot Winarno telah meresmikan sarana Air bersih di desa Panekasan kecamatan Serawai, Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pedesaan ini bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Affirmasi tahun anggaran 2019 total anggaran Rp439.453.300.

“Anggaran pembangunan ini diperuntukan untuk membangun Bronkaptering, pemasangan pipa, dengan jumlah pipa yang terpasang 2.898 meter dan pemasangan sambungan rumah,” tutupnya . (fik)

Komentar

Detiksaga News