Gas Melon Mahal, Syamsul : Banyak Mafia Selundupkan Gas

www.detiksaga.com, Sintang: Mahalnya gas elpiji 3 kilogram terus di keluhkan warga kota Sintang, gas melon subsidi pemerintah ini di jual hingga 35 ribu sampai 40 ribu rupiah di kota Sintang.

Arifin warga Baning Sintang merasakan sulitnya mencari gas murah, sementara di pangkalan Ia harus mengantri seminggu sekali itupun harganya diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

“ Pangkalan saja dijual 20 ribu rupiah dalam satu jam kalau telat mengantri sudah tidak kebagian, kalau ditanya kenapa gas mahal jawabanya gas susah, kalau tidak mau beli harga mahal ya udah,” ungkapnya, kamis (06/02/2020).

Kondisi ini sudah berlangsung lama namun tidak ada tindakan apapaun dari pihak berwenang. Direktur Lembaga Demi Anak Bangsa Kabupate Sintang Syamsul Bahri mengatakan Instansi teknis sudah tidak peduli terhadap kondisi ini.

“ Tidak ada yang peduli karena semua orang menikmati permainan ini, ini tidak bedanya dengan modus minyak tanah dulu, barang subsidi ini diselundupkan, dan itu jelas tidak dapat dipungkiri lagi, mafianya banyak,” katanya.

Syamsul mengatakan pemerintah tidak peduli terhadap kondisi ini padahal modus seperti ini sudah diketahui dan terbaca, banyak agen dan pangkalan yang menyimpan jatah masyarakat untuk mereka jual dengan harga mahal kedaerah lain. (fik)

Komentar

Detiksaga News