Banyak Tanaman Lada Mati, Petani di Sintang Belum Dapatkan Solusi

www.detiksaga.com, Sintang: Warga Perbatasan di Kecamatan ketungau hulu Kabupaten Sintang belum mendapatkan solusi terhadap hama yang telah menyerang sebagaian besar tanaman lada  sejak 2016 hingga saat ini.

Warga perbatasan Cili menyatakan  sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang dapat di ketahui apa penyebab matinya tanaman lada di perbatasan, menurut mereka saat pucuk mulai menguning hanya dalam hitungan hari tanaman lada dapat mati hingga ke akar.

“Penyakit  ini juga menular bila ada pohon yang mati maka di pastikan sebagaian besar lada dalam satu hamparan akan mengalami hal serupa, sampai sekarang belum ada yang mengetahui penyebabnya,” katanya.

Cili yang juga menjabat sebagai  kepala desa di Bluyang ini mengatakan,  penyakit tanaman lada ini menyerang tanaman dari akar yang berangsur-angsur mematikan tanaman hingga kering akibatnya tanaman dalam satu areal taman 600 pohon yang tersisa saat ini hanya 20 pohon saja.

Serangan jamur ini baru pertama kali  terjadi, pengetahuan masyarakat yang sangat terbatas dalam mengatasi penyakit tanaman ini membuat warga mengalami kerugian.

Ia berharap pemerintah melalui instansi teknis dapat memberikan solusi pada masyarakat dalam mengatasi hama yang menyerang tanaman lada ini.

Sementara Ketua Kelompok Informasi Perbatasan Sintang Murjani mengatakan pihaknya pernah menyampaikan hal ini pada menteri pertanian dan langsung ditindak lanjuti oleh pertanian provinsi Kalbar.

“ Mereka turun kepalangan hingga ke Belubu dan membawa samplenya namun  tidak tuntas hingga hasil dari penelitian ini tidak diketahui sampai sekarang, sehingga tidak ada solusi bagi petani,” Katanya.

Sampai saat ini belum ada penenganan khusus untuk mengatasi hama ini, padahal menurut Murjani tanaman Lada menjadi andalan komoditi masyarakat perbatasan Sintang.(Fik)

Komentar

Detiksaga News