Sintang Lolos 4 besar, Dedai Didiskualifikasi

www.detiksaga.com, Sintang: Kesebelasan kecamatan Sintang berhasil mengkandaskan perlawanan tim kecamatan Tempunak dengan skor tipis 2-1 dalam laga 8 besar piala Bupati yang digelar di Stadion Baning Sintang, jumat (06/12/2019) petang.

Permainan kedua kesebelasan cukup berimbang, babak  pertama skor berakhir 1-1. Babak kedua jual beli serangan terjadi kedua kesebelasan tak berhasil membobol  gawang lawan, baru pada masa injury time keberutungan terjad,i untuk kedua kalinya pemain nomor punggung 9 Hari Susanto menjebol gawang Tempunak tepat satu menit sebelum penambahan waktu.

Sebelumnya pada pertandingan pertama kecamatan Kayan Hilir juga meraih kemenangan atas lawanya kecamatan Sepauk dalam adu finalti dengan skor 3-4.

Dedai di diskualifikasi

Keputusan Panitia disiplin (Pandis) kompetisi Bupati cup tahun 2019 yang diketuai Nono Rohendi memutuskan Tim Kecamatan Dedai di diskualifikasi setelah memperhatikan hasil rapat yang dilaksanakan pada jumat (06/12/2019).

Pandis harus mengambil langkah tegas pada tim Dedai setelah diketahui tim ini menggunakan pemain diluar ketentuan. Berawal dari protes Official Serawai yang mempersoalkan pemain yang dinyatakan tidak syah dimainkan pada dua babak saat melawan Serawai.

Nono mengatakan sebenarnya tim Dedai memenangkan pertandingan namun protes terjadi setelah diketahui seorang pemain bernama Deni tidak dapat menunjukan identitas resmi sebagai warga Dedai.

“Kita menengahi masalah ini sesuai protes keras yang dilayangkan Serawai, setelah rapat, Dedai diketahui melanggar statuta Bupati cup 2019, yaitu menggunakan pemain yang tidak syah,” ungkapnya.

Hukuman atas pemain tidak syah ini terkena diskualifikasi sesuai pasal 37 yakni hukuman atas pemain yang tidak syah dan pasal 38 hukuman atas pemalsuan dokumen.

Keputusan ini juga melibatkan pihak Dinas kependudukan kabupaten Sintang untuk memastikan dokumen kependudukan yang bersangkutan, Komdis PSSI, Dinas Pendidikan  dan Badan Kepegawaian untuk mengklarifikasi kependudukan pemain tersebut.

“ Tindakan tegas ini untuk memberi efek positif pada ajang Bupati Cup 2019 ini sehingga tidak ada toleransi lagi bagi para pelanggar statuta demi kemajuan dunia persepakbolaan di Sintang,” tambah Nono.

Sebenarnya Dedai dapat lolos dari sanksi ini bila pemain tersebut tidak dimainkan pada pertandingan melawan Serawai, sayangnya tim Dedai ngotot memainkan pemain yang tidak syah ini yang berbuntut diskualifikasi.

Atas Sanksi ini Serawai menjadi tim yang akan masuk 4 besar bersama Ambalau, Sintang dan Kayan Hilir pada semi final Bupati Cup 2019.// (fik)

Komentar

Detiksaga News