Ribuan Warga Sintang Desak Terdakwa Karhutla Dibebaskan

www.detiksaga.com. Sintang: Aksi damai yang digelar ribuan massa di pengadilan negeri Sintang yang dimotori Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang bersama Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan Mahasiswa akhirnya  berhasil mengeluarkan enam orang terdakwa yang dituduh menjadi penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kabupaten Sintang.

Desakan massa yang didominasi oleh warga berpakaian adat ini memadati pengadilan negeri Sintang sejak pukul 09.00 WIB bertepatan dengan jadwal persidangan para terdakwa di pengadilan negeri Sintang.

Sekretaris MADN Yakobus Kumis dalam orasinya meminta keadilan atas nama hati nurani dan membebaskan enam orang terdakwa dari jeratan hukum, mereka adalah orang–orang yang tidak mengerti apa- apa.

“Saat ini lapangan pekerjaan sulit harga karet anjlok, jalanan rusak bahkan listrik tidak mereka miliki, cara berladang satu satunya mencari makan dan kalau masalah ini pun di permasalahkan matilah mereka, padahal warga dayak tidak pernah merusak lingkungan,” ungkapnya, kamis (21/11/2019).

Hakim pengadilan negeri Sintang Yogi Dulhadi mengatakan ke-enam terdakwa dilepaskan sementara proses hukum tetap berjalan sambil mendengarkan keterangan saksi- saksi.

“ Ketika berkas itu dilimpahkan pengadilan kami tidak akan melakukan penahanan dan para terdakwa tetap dimintai keterangan karena memang proses hukum harus tetap berjalan sambil mempertimbangkan keputusan majelis, di kejaksaan 6 terdakwa sempat di tahan namun pengadilan tidak melakukan penahan,” ungkapnya.

Yogi menegaskan Pengadilan bukan untuk menghukum namun sebagai tempat mencari keadilan semua orang berhak mencari keadilan di pengadilan.

“ Proses pembuktianya belum dapat dipastikan selesai kapan,” tandasnya.

Kapolres Sintang AKBP Adhe Haryadi menyatakan terimakasih kepada para warga yang menyampaikan  aksi damai karena dapat menjaga  susasana tetap aman terkendali, kepada media ia juga mengatakan cukup baik dalam menyampaikan informasi dan tidak provokatif sehingga semuanya berlangsung damai.

“ Mudah- mudahan apa yang di aspirasikan masyarakat dapat terpenuhi dan mereka dapat bebas dan mendapatkan kedailan melalui proses pengadilan tentunya,” ungkapnya. (fik)

Komentar

Detiksaga News