Ini Pesan Jarot Saat Kegiatan Donor Darah dan Sosialisasi Stunting di Binjai  

www.detiksaga.com SINTANG – Puskesmas Mensiku bersama Pemerintah Kecamatan Binjai Hulu menggelar kegiatan donor darah dan sosialisasi Stunting. Kegiatan berlangsung di Aula Ruai Kitai, Kantor Camat Binjai Hulu, Kecamatan Binjai Hulu, Rabu, (2/10/2019).

Kegiatan ini bagian dari upaya penyediaan stok golongan darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD A.M Djoen Sintang, serta upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan, nifas dan bayi atau balita.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa donor darah memiliki filosofi untuk saling berbagi kehidupan kepada yang membutuhkan.

“Donor darah merupakan berbagi dalam kehidupan yang paling mudah dilakukan. Melalui donor darah menunjukkan kita hidup tidak membeda-bedakan siapa saja, karena dengan donor darah membagi kehidupan kepada semua orang yang membutuhkan, itu filosofinya,” kata Jarot.

Jarot menjelaskan, di dalam tubuh manusia terdapat kurang lebih lima liter darah yang beredar. Perlu dilakukan donor darah karena setiap tiga sampai empat bulan, sel-sel darah yang mati akan diganti dengan sel darah yang hidup, sehingga darah yang ada di dalam tubuh selalu segar. “Artinya, darah yang ada di dalam tubuh manusia akan selalu segar jika rutin melakukan donor darah,” ucapnya.

Menurut Jarot kebutuhan akan darah sangatlah banyak, baik di Sintang maupun Kalimantan Barat pada umumnya. Diperlukan para pendonor dari mana saja supaya jika diperlukan, stok darah tersedia. “Apa lagi darah yang diambil hanya bertahan selama 42 hari, maka sering terjadi kekosongan stok,” ujarnya.

Adapun berkaitan dengan Stunting, Jarot menegaskan bahwa Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten prioritas dalam pemberantasan stunting. Dua tahun lalu, kata Jarot, di Sintang ada 41% anak-anak yang mengalami stunting. Faktornya karena tidak mendapat asupan makanan yang bergizi.

“Kalau sekarang sudah turun menjadi sekitar 33% atau 32%. Harapannya kedepan akan terus ditekankan hingga di bawah 20%, kalau bisa 10%,” ucapnya.

Jarot memberikan apresiasi kepada Kecamatan Binjai Hulu karena angka kematian ibu melahirkan terpantau tidak ada. “Saya berikan apresiasi, karena kecamatan ini luar biasa. Kalau begini, kita semangat untuk terus membantu,” kata Jarot.

Jarot berharap kedepannya pihak Puskesmas ataupun Pustu dapat terus bekerja untuk mengecek kesehatan warga. “Secara door to door ke rumah-rumah warga untuk mengecek kesehatan. Itu sangat bagus. Cara seperti ini harus terus dipertahankan,” pintanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, meminta kepada pihak kecamatan dan Puskesmas untuk mempertahankan prestasi penanganan ibu melahirkan. “Perlu diketahui bahwa angka kematian ibu melahirkan di Kecamatan Binjai Hulu ini masih nol. Tolong ini dipertahankan,” pesan Sinto.

Sinto mengatakan, Puskesmas Mensiku, Kecamatan Binjai Hulu merupakan Puskesmas yang sudah memiliki database tentang golongan darah. “Ini merupakan kecamatan satu-satunya yang sudah memiliki database golongan darah,” ucapnya.

Sinto berharap kedepannya bisa segera dibentuk tim sukarelawan donor darah. “Kepada 19 Puskesmas lainnya, saya minta untuk belajar dengan Puskesmas Mensiku, apa saja inovasinya,” pungkas Sinto (din).

Komentar

Detiksaga News