Khotib Amin Sodik Harapkan Idul Fitri Jadi Momentum Rekonsiliasi Politik

www.detiksaga.com, Sintang: Sekitar  empat ribu jamah melaksanakan sholat Idul Fitri 1440 Hijriyah di Masjid Al Amin Sintang, Rabu (05/06/2019) pagi.

Khotib Sholat Idul Fitri H. Amin Sodik, S.Hi, MH menyampaikan pesan Idulfitri tetang pesan perdamaian pasca pemilu 2019, Idul fitri ini memiliki pesan penting dari sekadar seremonial materialistik yang kadang menjauhkan dari nilai nilai positif bagi kehidupan manusia.

“ Pemilu yang baru saja selesai mengingatkan  kita bahwa demokrasi tidak sekedar mencari kekuasaan namun sebagai sarana menciptakan masyarakat yang sejahtera Baldatun thoibatun warubun ghofur, jangan menjadikan demokrasi sebagai kepentingan elit partai politik dan kelompok tertentu saja,” Kata  Khotib H.Amin Sodik.

Makna puasa ramadhan kata Khotib Amin Sodik bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar namun lebih dari itu, puasa juga harus dirasakan oleh orang lain seperti menahan diri untuk tidak menyakiti hati orang lain, memposting hal hal yang menyinggung perasaan orang lain di media sosial, serta menahan diri untuk tidak menyebar berita bohong kepada orang lain.

“ Maka di sebelas bulan yang akan datang diharapkan juga mampu menjaga hal hal tersebut, Idulfitri kali ini harus menjadi istimewa karena bertepatan dengan pemilu yang membuat masyarakat Indonesia terpolarisasi menjadi kubu yang saling berhadapan, sehingga tidak ada lagi sebutan cebong, sebutan kampret, mari kita saling menghormati dan menghargai dan saling berkirim pesan meminta maaf, ini menjadi momentum tepat untuk rekonsilisai pasca pemilu,” Katanya.

Pada bagian lain khotib  Amin Sodik dalam khutbahnya mengajak umat muslim mengagungkan nama Allah melalui takbir, tahil dan tahmid sebab hanya Allah lah yang harus diagungkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas kemenangan besar yang di peroleh setelah menjalankan Ibadah ramadhan satu bulan penuh.

“Takbir yang kita kumandangkan kita tanamkan kedalam hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan kegungan Allah, sebab selain allah semuanya kecil semata,” sambungnya.

Ramadhan telah mengajarkan banyak hal tentang ketaqwaan, selain berpuasa umat muslim juga semakin rajin beribadah sholat malam, tadarus, bersodaqoh kepada kaum fakir miskin dan akhirnya disempurnakan dengan membayar zakat.

“Kita juga merasa sedih karena hari – hari yang penuh rahmat maghfirah dan dilipat gandakanya pahala telah meninggalkan kita, tentu tahun depan diharapkan masih bertemu dengannya,” Ucapnya.

Ribuan jamaah cukup tertib dalam melaksanakan sholat Ied, sebelum khutbah berakhir jamaah tak bergeming dari tempat duduknya.

Panita Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al-amin Sintang memberikan pelayan cukup baik untuk jamaah dengan menyediakan tenda dan alas sholat di halaman masjid mengingat kapasitas masjid tidak mencukupi. Bertugas selaku Imam Sholat Ied  Ustadz Agus maya.// (Fik)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News