Bupati Sintang Resmikan Jembatan Gantung Baras Nabun Serawai

www.detiksaga.com,  Sintang: Jembatan gantung rangka baja Desa Baras Nabun Kecamatan Serawai  kabupaten Sintang mulai di fungsikan setelah Bupati Sintang Jarot Winarno meresmikan penggunaan Jembatan, Sabtu (13/4/19).

Jembatan yang di bangun melalui dana APBN dengan total anggaran 6,5 miliyar rupiah memiliki panjang 120 meter, dengan lebar 2,2 meter.

Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas Pekerja Umum Kabupaten Sintang Aef Sutardi mengatakan pembangunan Pembangunan jembatan ini memerlukan waktu 3 tahun saat mulai diajukan sejak tahun 2017 lalu atas perintah Bupati.

“Dari 530 kabupaten/kota se-Indonesia, hanya ada 300 jembatan seperti ini yang di bangun dan akan di bangun di desa-desa seluruh Indonesia, Tahun 2018 lalu ada 144 unit yang di bantukan seluruh Indonesia, Alhamdulillah dua Kabupaten Sintang dapat yakni di Baras Nabun ini dan Desa Ratu Damai Ketungai Hilir,” Jelas Aef.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan Terwujudnya jembatan ini karena adanya pengorbanan dari masyarakat yang rela tanahnya di gunakan untuk pembangunan dengan tidak meminta ganti rugi, sehingga dirinya pun memberikan apresiasi yang bagi masyarakat desa Baras Nabun yang sudah merelakan tanahnya.

“Jembatan ini sudah jadi harus kita syukuri, pesan saya jembatan gantung ini boleh di lewati kendaraan roda 4 apa bila dalam keadaan gawat darurat saja apa bila ada masyarakat yang sakit keras, pasien boleh diangkut lewat jembatan ini menggunakan ambulance, ingat hanya dalam keadaan gawat darurat tidak boleh secara sengaja bawa mobil lewat jembatan ini untuk keperluan lain,” Pesan Jarot.

Jarot juga berpesan dengan telah di resmikannya jembatan ini, Ia meminta masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar keberadaan jembatan ini  awet dan dapat di gunakan untuk  akses masyarakat beraktivitas.

Kepala Desa Baras Nabun, Markus Kusmain mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan gantung rangka baja di desanya, menurutnya keberadaan jembatan tersebut sangat penting dan di butuhkan oleh masyarakat di perhuluan Serawai ini.

“Jembatan ini menjadi ikon desa kami dan juga sebagai penghubung kami dengan desa-desa lain di perhuluan sungai serawai ini. Kami sangat membutuhkan jembatan ini karena untuk aktivitas sehari-hari baik itu untuk aktivitas prekonomian, untuk anak-anak sekolah dan aktivitas lainnya,” kata Markus . (Fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News