Bupati Sintang Minta Petani Kembangkan Beras Hitam Jadi Komoditi Unggulan

www.detiksaga.com , Sintang: Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan beberapa kendala pertanian di Kabupaten Sintang, diantaranya kurang luas, kurang sering di tanam dan kurang banyak. Demikian dikatakan Bupati di sela- sela  panen perdana lahan sawah seluas 40 hektar milik kelompok tani Leboi Mekar di Desa Pengkadan Sungai Rupa.

Jarot juga mengatakan meskipun Kabupaten Sintang ini seluas Provinsi Jawa Barat namun lahan padi sawah hanya 7.700 Hektar saja.

“Sudah kurang luas belum semuanya dapat panen 2 sampai 3 kali setahun, kita hanya rata-rata panen satu kali setahun, karena kurang sering ditanam dan hasil panen hanya 2 sampai 3 ton saja perhektarnya, bila dibandingkan  di Jawa sekali panen mencapai 5 sampai 6 ton per hektar,” Kata Jarot.

Kendati demikian, Jarot meyakini hasil panen padi kelompok tani Leboi Mekar ini sangat berkualitas terlebih  padi beras hitam yang banyak di cari, sama hal juga dengan padi beras merah yang cukup laku jual di pasaran.

Untuk itu Jarot berharap varietas padi beras hitam dapat menjadi unggulan kelompok tani Leboi Mekar Pengkadan Sungai Rupa ini.

“Coba di packing yang bagus, misalnya dikasi merk leboi mekar kaki bukit natai, karena yang di Tawangsari itu beras Tawangsari kaki bukit kujau laku harganya Rp12.000 bungkusan nya 10 kilo itu saja laku di Sintang,” Katanya, Rabu (03/04/2019)

Jarot meminta penyuluh pertanian di Kecamatan Dedai dan Disperindakop Kabupaten Sintang harus mendampingi agar hasil dari kelompok tani Leboi Mekar dapat dibantu packingngannya, namun sebelumnya mereka harus berikan sarana produksi perontok gabah, hand traktor minimal satu unit ditambah embung untuk pengairan.

Kendala lain untuk memasarkan hasil pertanian adalah infrastruktur dasar seperti kondisi jalan yang rusak, untuk itu Pemerintah Kabupaten akan memperbaiki kondisi jalan yang ada dan akan melibatkan pihak perusahaan.

“Para petani tetap semangat dan jangan ragu-ragu menyampaikan masalah agar hasil yang diinginkan maksimal. kita tambah luas tanamnya, coba-coba sering di tanam, lalu metode pemupukannya mesti baik dan harus lebih produktif,” Pungkas Jarot.

Lahan sawah milik kelompok Leboi Mekar ini seluas 40 hektar dengan varietas padi seperti padi hitam, padi merah, padi ciherang dan padi lokal yang tanam sejak November 2018 lalu dengan total hasil keseluruhan panen diperkirakan sekitar 16 ton. (Rls/Fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News