Pemkab Sintang Kembangkan Potensi Desa Melalui P2Emas

www.detiksaga.com , Sintang: Pemkab Sintang sudah menetapkan 14 kecamatan dan 14 desa sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi masyarakat.

Tahun 2018 ada 7 desa  yang telah dibantu pemerintah kabupaten Sintang untuk pengembangan lada, tenun ikat, kerajinan rotan, tanaman holtikultura, cabe, ternak lele, kerajinan kayu ulin, ikan keramba, kambing, dan padi sawah.

“Desa tersebut kami bantu dana dan kami dampingi secara terus menerus melalui tenaga pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2Emas). Masalah sekarang memang pada pemasaran dan kami siap bantu mempromosikannya,” Tegas Wakil Bupati Sintang Askiman saat dialog interaktif Sintang Menyapa yang disiarkan langsung oleh  RRI Sintang di Balai Pegodai Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang pada Rabu, (06/03/ 2019) pagi.

Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang Zulkarnaen mengatakan pihaknya konsen pada Desa Solam Raya yang pada tahun 2018 lalu telah menjadi desa maju dan mandiri.

“Dulu bibit ikan lele harus didatangkan dari pulau Jawa. Sekarang bibit sudah siap dari Sintang dengan kualitas bibit yang sama dengan pulau Jawa. Kami juga bantu waring serta pendampingan langsung dan rutin,” Jelas Zulkarnaen.

Menyinggung rendahnya harga komoditi masyarakat Sintang seperti Sawit dan Karet Saat ini, Askiman mengatakan pemerintah pusat sudah merancang program membeli karet masyarakat dengan harga 10.500 per kilogram sebagai campuran aspal.

“Pesan saya petani karet tetap jaga kebun dan jaga kualitas getahnya jangan sampai kalah kualitasnya dengan karet dari Thailand dan Malaysia. Begitu juga sawit mengalami masalah di eropa yang mengkritisi dampak lingkungan. Maka kita harus mulai melirik hilirisasi produk sawit. Saya tidak bosan untuk terus mendorong masyarakat Kabupaten Sintang untuk menambah jenis tanaman bernilai ekonomi yang lain selain karet dan sawit,” Katanya.

Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Sintang mulai melakukan variasi tanaman perkebunan seperti kopi dan kakau. Kami akan bantu bibit dan pendampingan bagi masyarakat yang mau menanam dan mengembangkan kopi dan kakau.

“ Masalah hama tanaman lada di perbatasan, kami sudah melakukan penelitian terhadap serangan hama yang terjadi akhir-akhir ini di perbatasan. Hasil sementara disebabkan oleh virus yang ada di bibit dan pupuk yang dipasok para petani dari Malaysia. Saat ini lada putih dibeli dengan harga 50 ribu per kilogram. kalau mau meningkatkan harga lada, maka saya minta petani meningkatkan kualitas ladanya,” Tandas Askiman.

Dalam acara Sintang menyapa, Wakil Bupati Sintang didamping Zulkarnaen Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan, Sudirman Kadis Perindagkop dan UKM, Sri Rosmawati Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Yustinus Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Arif Setyabudi .//(Hms/Fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News