Bupati Sintang Dorong CU Optimalkan Fintech

www.detiksaga.com, Sintang: Bupati Sintang Jarot Winarno mengakui perangkat hukum dan regulasi pinjaman online yang ada saat belum matang. Ini menjadi tanggung jawab dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena sering terjadi adanya masalah terkait pinjaman online.

Hal tersebut dikatakan  Bupati Sintang Jarot Winarno saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union Bina Masyarakat (CU-BIMA) di balai kenyalang Sintang,

Dalam proses pengisian data pengajuan pinjaman online, Kata Jarot diwajibkan mengisi data baik secara pribadi maupun data tempat bekerja dan keluarga, sehingga proses penangihanya tidak hanya kepada pribadi yang meminjam namun juga ada yang sampai mengubungi keluarga, rekan kantor bahkan atasan di kantor.

“Terdapat 120 laporan bermasalah dengan pinjaman online pada lembaga bantuan hukum Jakarta, Pinjaman online ini jadi saingan kita sekarang ini, kompotitor kita CU, ini rival kita, sehingga BKCU dan Puskopdit melangkah lebih maju, dari pada dia jadikan saingan ini justru kita harus manfaatkan, sehingga sejak akhir tahun lalu sudah di sepakati di beberapa CU, fintech ini  dimanfaatkan untuk pengembangan produk-produk di CU jadi bagian dari langkah kita untuk reformasi koperasi pengembangan kegiatannya,” Papar jarot.

Untuk itu,  Jarot Berharap CU BIMA  maupun CU yang lainnya harus membuat produk yang bisa menarik hati kaum millennial, dengan membuat kemudahan memanfaatkan, mengoptimalkan fintech sehingga kaum millennial mau menjadi anggota CU yang kedepannya bisa di askses lebih mudah untuk melakukan pinjaman, transfer online, karena jauh lebih sederhana dan dengan manajemen tata kelola yang sehat.

“Pertumbuhan pengguna internet ini memacu startup, ekonomi kreatif, juga memacu yang namanya fintech, jadi tehnology pelayanan keuangan jauh lebih mudah, jauh lebih simple, yang jauh lebih efisien, inilah yang mencuri hati kaum millennial, yang mencuri hati pengguna gadget, pengguna gadget ini selain kaum millennial, fintech itu bisa langsung di akses melalui gadget, sehingga setiap orang yang ingin mengajukan pinjaman tinggal mengisi data melalui scramer data pribadi melalui hp dan kemudian melalui aplikasi pinjaman online itu data di proses sehingga selanjutnya adanya pencairan dana,” Kata jarot.

Ketua panitia  RAT CU. BIMA tahun buku 2018 CH. Ridwan mengatakan  sesuai tema RAT CU BIMA  tahun ini yaitu, “Optimalisasi Teknologai Keuangan (Financial Technology) Dalam Melayai Anggota Untuk Meningkatkan Daya Saing dan Peran Serta Generasi Millenial” sangat relevan dengan kemajuan kondisi sekarang ini yakni sudah memasuki era globalisasi dan gitalisasi.

Lembaga keuangan termasuk CU BIMA ini harus mengikuti trend sesuai kemajuan teknologi yang  perkembangannya sangat pesat seperti akses mudah lewat HP dan perangkat teknologi lainnya oleh sebab itu CU BIMA sudah masuk dalam proses tersebut. ( Fik)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News