Polemik Pemasangan Lampion, Askiman Apresiasi Kinerja Aparat Hukum

www.detiksaga.com  Sintang: Wakil Bupati Sintang Askiman mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum di Sintang  jajaran Polres Sintang, Kodim 1205 Sintang, Kejaksaan Negeri Sintang, Pengadilan Negeri Sintang yang telah berhasil meredam potensi perpecahan akibat perbedaan pendapat tentang pemasangan lampion.

“Penyelesaian nya cukup baik secara damai. Keputusan ini tidak melihat menang dan kalah. Tetapi keputusan ini diambil dari hati yang dalam. Masyarakat Tionghoa dengan rendah hati menyepakati tugu bambu dan tugu jam untuk steril dari atribut budaya dan agama. Kedua tugu disepakati diharamkan untuk dipasangi semua simbol agama dan budaya apa pun di Sintang ini,” Kata Askiman pada perayaan Imlek di Klenteng Kwan Ti, Senin (04/02/2019) malam.

“Pemindahan lampion yang sudah terpasang di kedua tugu oleh masyarakat Tionghoa, tanpa tekanan dari pihak manapun. Tetapi karena kesadaran sendiri meskipun sudah ada ijin dari Dinas Lingkungan Hidup,” Tambah Askiman

Berdasarkan kesepakata, kata Askiman, postingan di media social (Medsos) yang mempersoalkan pemasangan lampion, pemberitaan mengenai persekusi terhadap masyarakat Tionghoa harus dihapus.

“ Kalau masih ada postingan tersebut  maka tindakan hukum akan diambil. Ini keputusan yang bijak. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menghentikan postingan di media sosial yang mengandung unsur kebencian kepada kelompok manapun,” Lanjut Askiman

Ia juga menghimbau masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak. Menghentikan postingan isu SARA yang membawa dampak perpecahan, dan postingan cacian makian.

“ Itu bukan budaya Bangsa Indonesia. Gunakan media sosial untuk promosi usaha, untuk memberikan layanan kasih” Ajak Askiman.

Askiman juga mengatakan harus menghargai bahwa lambang negara burung garuda yang dijadikan simbol Pancasila itu diambil dari simbol kerajaan dan masyarakat Sintang.

“ Maka mari kita menerapkan nilai Pancasila di Sintang ini. Kejadian kemarin bukan untuk disesali, tetapi peringatan kita untuk menghargai satu dengan yang lain,” Tandasnya.

Sebelumnya ada postingan di media sosial oleh warga Sintang yang mempersoalkan pemasangan ratusan lampion di tempat umum dikawasan tugu Bambu runcing Sintang, postingan melalui facebook tersebut terkesan mengandung unsur SARA yang menimbulkan reaksi berbagai pihak.

Permasalahan ini akhirnya di selesaikan secara baik oleh aparat penegak hukum yang di fasilitasi pemkab Sintang dan warga Toinghoa serta  pembuat postingan dengan kesepakatan perdamaian. (Hum/Fik)

 

Komentar

Detiksaga News