Kendati Alami Devisit, Indeks Kepuasan Peserta BPJS Kesehatan Terus Meningkat

www.detiksaga.com – Sintang: Survei kepuasan Peserta dan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun mengalami trend peningkatan positif, dari 75 persen yang di targetkan sejak tahun 2014 tercapai 75 persen dan naik terus hingga tahun 2017, sementara untuk tahun 2019 BPJS  kesehatan menargetkan 85 persen.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Sintang Idham Khalid mengatakan pengukuran dilakukan terhadap semua sub-segmen kepesertaan yang ada di dalam kelompok Peserta PBI dan Non-PBI yang telah memperoleh layanan di FKTP, FKRT.

“ Indeks kepuasan ini juga naik terus bukan hanya kepesertaan namun juga provider, namun pada tahun 2018 hasil survey belum terlihat, apakah mengalami penurunan atau juga mengalami kenaikan sebab terakhir memang masih ditemukan banyak keluhan namun saya harapkan tidak mempengaruhi indeks kepuasan yang telah kita capai selama ini,” Papar Idham Khalid saat menggelar diskusi dalam NGOPI ( Ngobrol bareng program terkini bersama BPJS Kesehatan) di kantor BPJS Sintang, jumat (07/12/2018).

Ia juga mengatakan beban Jaminan Kesehatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, bila tahun 2014 sebesar Rp 42,6 triliyun maka pada tahun 2017 terjadi peningkatan dua kali lipatnya menjadi Rp 84,4 triliyun.

Idham Khalid juga memaparkan bila dibandingkan dengan jumlah total iuran sebesar 234,06 triliyun dengan beban biaya manfaat sebesar 251,3 Triliyun maka terjadi devisit cukup besar.

Ditempat yang sama kepala bidang pemasaran Mardianto mengatakan saat ini BPJS Kesehatan mulai terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) terkait proses perizinan badan usaha.

“ Artinya pada saat badan usaha memproses perizinan melalui OSS, secara tidak langsung kami akan menerima NIB, kami harapkan nantinya melalui OSS ini badan usaha yang belum terdaftar dapat termonitor,” katanya.

BPJS kesehatan juga memiliki program donasi, yang ditujukan untuk para peserta yang tidak mampu membayar iuaran, maka BPJS kesehatan membuka sistim donasi kepada para pengusaha atau masyarakat mampu.

“ Masyarakat katagori mampu selaku pembayar iuran dapat menanggung, atau menyisihkan dari hasil usaha untuk sanak familinya yang tidak mampu dalam bentuk iuran JKN, tujuanya masyarakat dapat terbantu minimal pembayaran 1 tahun,” Kata Mardianto.

Sementara hasil rekapitulasi tunggakan iuran sepanjang tahun 2018 untuk  PBPU untuk lima kabupaten wilayah timur Kalimantan barat mencapai  Rp 31 milyar lebih dengan jumlah peserta 86 .965 peserta. (Fik)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News