Askiman Nilai Sosialisasi TPPO di Sintang Belum Tepat Sasaran

www.detiksaga.com – Sintang: Wakil Bupati Sintang Askiman menyatakan Sosialisasi  Rencana Aksi Daerah Tindak Pidana Perdagangan Orang (RAD TPPO) Yang dilaksanakan  Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang di Balai Ruai Senin, (5/11/2108) dinilai belum tepat sasaran.

“Sasaran sosialisasi ini masih belum tepat, Seharusnya sasaran sosialisasi langsung kepada masyarakat. Gugus tugas yang sudah ada juga jangan hanya di kabupaten tetapi sampai ke kecamatan,Dengan demikian, upaya pencegahan dinilai lebih efektif,” Ujarnya.

“Bagi saya, pembangunan suatu daerah, yang sulit adalah membangun sumber daya manusia. Membangun fisik itu gampang, ada anggaran langsung bisa bangun jalan atau gedung, Tetapi membangun manusia itu sulit. Mari kita semakin peduli terhadap masalah dan kasus perdagangan orang ini,” Ajaknya.

Askiman juga mendorong dinas teknis untuk merancang program dan anggaran untuk semakin gencar mensosialisasikan tindak pidana perdagangan orang ini. Di Sintang sendiri kata Askiman sudah ada  kasus perdagangan orang karenanya perlu di cegah agar tidak terjadi lagi.

Pencegahan tindak pidana perdagangan orang harus dilakukan dengan terencana dan terus menerus. Saat ini sudah terjalin kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Kejaksaan Negeri Sintang dan Polres Sintang.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sintang Bripka Budi Wijayadi mengatakan kasus perdagangan orang di Sintang tahun 2018 ini ada dua kasus.

“Berdasarkan kasus yang ada, penyebabnya adalah kemiskinan, ingin merantau,tingkat pendidikan rendah dan terkecoh gaya hidup mewah. Proses terjadinya perdagangan orang biasanya ada perekrutan dan penampungan. Biasanya juga ada pemalsuan dokumen didalamnya,” Jelasnya.

Budi Wijayadi memaparkan perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat. (fik)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News