Bupati Sintang Lepas Kontingen FSBM Sintang

www.detiksaga.com – Sintang : Bupati Sintang Jarot Winarno melepas kontingen Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) Kabupaten Sintang pada  kegiatan Festival Seni Budaya Melayu  tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang  dilaksanakan di Kabupaten Sekadau, 5 hingga 10 November 2018 mendatang.

Bupati  mengatakan  Festival Seni Budaya Melayu ini merupakan bentuk pelestarian seni dan budaya Melayu,  FSBM ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan laman bermain bagi masyarakat Melayu dan masyarakat Kalbar, dengan demikian masyarakat dapat memahami seni dan budaya melayu, serta ikut  dalam melestarikan seni budaya secara bersama-sama agar seni dan budaya itu tidak hilang dan tetap eksis dari waktu ke waktu.

Ia juga menyampaikan pesan khusus agar Festival Seni Budaya Melayu tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 di Kabupaten Sekadau dapat menjadi ajang menimba ilmu Seni dan Budaya Melayu.

“Saya harap kegiatan FSBM ini dapat menjadikan ajang untuk menimba ilmu dan memahami nilai seni budaya Melayu secara baik, serta sebagai media mempererat hubungan satu dengan yang lainnya, dan jadikanlah pioner terdepan sebagai pelestarian budaya Melayu,” Katanya.

Ditempat yang sama ketua Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang, H. Ade Kartawidjaya mengatakan, Kabupaten Sintang akan mengikuti 13 tangkai perlombaan dengan total kontingen 200 peserta.

“Kita mengikuti seluruh tangkai perlombaan, seperti jepin tradisional, vocal grup, lagu melayu, hadrah, syair Melayu, rancang motif Melayu, busana Melayu, pemilihan Bujang Dara Melayu, lomba sampan bidar, pameran budaya, lomba pangkak dan uring gasing, serta menampilkan corak kekayaan budaya melayu Kalbar, dan lainnya, dengan total 200 peserta kami kirimkan ke Kabupaten Sekadau,”  kata H. Ade Kartawidjaya.

Festival Seni Budaya Melayu tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Sekadau merupakan agenda 2 tahunan di Kalimantan Barat yang akan  dibuka secara resmi oleh Mendikbud.

“FSBM ini menjadi icon bagi Majelis Adat Budaya Melayu Provinsi Kalimantan Barat, yang bertujuan  melestarikan dan mencintai seni budaya Melayu,” Tandasnya. (Fik)

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News