Ratusan Pekerja PETI Kapuas Hulu Demo, Kadri : Harus Ada Solusi Bersama Untuk Pekerja PETI

www.detiksaga.com , Putussibau KH : Aksi Demontrasi para pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI ) di depan Kantor DPRD Kapuas Hulu selasa (24/04/2018) siang berujung ricuh.

Kericuhan diawali adanya lemparan batu dan kayu terus diarahkan ke anggota Polisi yang melakukan pengamanan, di dalam gedung DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.

Pendemo semakin beringas, sehingga petugas menembakan gas air mata dan menyemprot air ke arah pendemo.

Beberapa anggota polisi  terluka, dan begitu juga dengan pendemo itu sendiri. Namun cepat  teratasi dengan baik karena luka- luka yang di derita tidak terlalu berat.

Koordinator Pendemo PETI, M.Dahar mengklaim menurunkan sekitar 4 ribu warga  dari delapan kecamatan lintas Selatan, seperti, Kecamatan Bunut Hulu, Mentebah, Kalis, Boyan Tanjung, Hulu Gurung, Silat Hilir, Silat Hulu, dan Putussibau Selatan.

Menurutnya selama ini, razia atau tindakan aparat terhadap pekerja PETI sangat meresahkan masyarakat, Karena PETI adalah, mata pencaharian masyarakat selama ini.

“Kita tetap berupaya bagaimana masyarakat kita tetap bisa bekerja emas karena ini mata pencaharian mereka satu-satunya,” ungkapnya.

Menanggapi ini anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Kadri mengatakan Penertiban PETI ini menjadi buah simalakama sebab tindakan tanpa solusi dapat meresahkan masyarakat apalagi saat ini mata pencarian masyarakat semakin sulit, berladang dengan cara membakar lahan di larang, harga karet anjok sehingga masyarakat tidak memiliki harapan lain selain kerja PETI.

“ Saya pikir mereka bekerja PETI karena terpaksa ,kalau memiliki penghasilan lebih baik mereka tidak mau melakukan ini, maka langkahnya pemerintah harus mencarkan jalan keluar dengan menciptakan lapangan kerja untuk mereka,” ungkap Kadri.

Selain itu pertambangan emas ini juga, kata Kadri  perlu di legalkan dengan mengakomodir Ijin Pertambangan oleh pemerintah kabupaten yang diajukan pada pemerintah provinsi sehingga pemerintah mendapatkan pemasukan para pekerjapun dapat melakukan aktivitas dengan tenang.

Hal senada dikatakan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi  mengatakan persoalan PETI di Kapuas Hulu merupakan tanggungjawab bersama, baik itu pemerintah mau pun masyarakat.

“Pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki kejelasan, sebab persoalan itu dari tahun ke tahun belum ada kejelasan secara hukum,” ucapnya.

Terkait legalitas Pertambangan Emas itu sendiri jelas Imam Riyadi, semua pihak memiliki kewenangan, tanggungjawab untuk mengakomodir kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“Jika itu berjalan saya yakin persoalan PETI tidak terulang setiap tahun, Pemerintah harus memberikan alternatif dari potensi lainnya, tanpa bertentangan dengan hukum baik itu sumber daya alam mau pun bidang lainnya,” pungkasnya (rul/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News