Jangan Jual Sara dan Politik Uang di Melawi

www.detiksaga.com. MELAWI – Memasuki perhelatan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018, Provinsi Kalbar menjadi salah satu daerah paling rawan terjadinya gesekan. Semua komponen sepakat untuk menjaga situasi yang kondusif di Bumi Khatulistiwa. Tidak terkecuali , Kabupaten Melawi.

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin menegaskan deklarasi tolak dan lawan, Politik uang dan politisasi sara, sangatlah   penting dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan lancar jelang pemilu yang akan digelar pada bulan Juni mendatang .

” Deklarasi ini sangat penting untuk saya agar menjaga komitmen sehingga pemilu bisa berjalan lancar dan aman,” terangnya saat mememberika sambutan pada Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARAdigelar oleh Panwaslu Kabupaten Melawi, di Nanga Pinoh, Rabu (14/2) di aula  Hotel Cantika.

Lebih lanjut Pria dengan dua melati dipindahkannya itu mengatakan Polres Melawi sebagai kepanjangan dari Polri yang bertanggung jawab menjaga keamanan bersama TNI untuk mewujudkan pemilu lancar dan aman serta sukses.

“Maka kami mohon untuk sama sama saling menjaga agar pelaksanaan pilkada berjalan aman. Dan buktikan dan tunjukkan bahwa masyarakat Kalbar sudah dewasa dan bisa melaksanakan pesta demokrasi bisa berjalan aman,” ucapnya.

Deklarasi tersebut juga dihadiri jajaran pengurus parpol, Wakil Bupati Melawi, Kapolres Melawi, Kasdim 1205 Sintang ,Mayor Inf Supriyono serta ormas .

Hal senada juga dikatakan, Kasdim 1205 Sintang,Mayor Inf.Supriyono yang mengajak semua semua komponen untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilU gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018 , baik itu sukses dalam penyelenggaraannya serta sukses dalam keamanannya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya menyatakan kegiatan ini untuk mengingat kan agar menolak dan melawan politik uang dan politisasi SARA. Di Melawi dalam menghadapi pilkada gubernur, dirinya juga menghimbau tokoh masyarakat ormas dan  termasuk parpol bersama menjaga keamanan dan suksesnya jalannya pemilu.

“Heran juga  kalau kita nomor satu untuk tingkat kerawanan di Indonesia. Mungkin yang agak panas itu di medsos. Kalau di Melawi masih kondusif. Mau ngopi malam dipasar aman saja, yang agak panas di Melawi mungkin hanya soal wacana tentang Daerah Pemilihan ( Dapil) pemilu  legislatif 2019 saja,”  ucapnya, sambil bercanda .

Ia berharap, suatu perbedaan bukanlah menjadi persolan , justru sebuah perbedaan harus dijadikan sebagai pemersatu kita, jangan sampai terpecah belah sebagai anak bangsa.

” jadikan perbedaan pilihan ini untuk pemersatu kita bukan sebagai perpecahan, NKRI Harga mati. ” kata Dadi.

Ketua Panwaslu Melawi, Erwin Nurjadin menjelaskan politik uang dan politisasi SARA berpotensi menyebabkan kerawanan dalam penyelenggaraan pemilu. Politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan yang sudah tercipta di berbagai daerah.

Sedangkan politik uang rentan ,  lanjut nya sangatlah rentan terjadi di daerah, mulai darii bagi bagi uang, sembako hingga barang menunjukkan maraknya politik uang dalam pemilu.

Untuk itu, Panwaslu mengajak semua komponen untuk sama sama mewujudkan pemilu yg bersih dan berkualitas dan menjunjung tinggi integritas.

“Dari Deklarasi ini kita menyampaikan pesan penyelenggaraan pemilu dan parpol sepakat dan komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang bersih tanpa politisasi SARA dan politik uang,” terang pria berperawakan low profile ini. ( Dea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News