Tahun Ini Disdikbud Sintang Akan Bangun 14 mess Guru

www.detiksaga.com , Sintang : Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Yustinus J, S.Pd. M.Pd mengatakan disiplin pegawai di Dinas pendidikan dinilai sudah cukup baik, walaupun pada saat Inspeksi  Mendadak (Sidak) Bupati sejumlah kabid dan Kepala Dinas tidak ada di tempat karena ada alasan urusan yang sangat penting.

“ Disiplin PNS Di Disdikbud sudah baik, namun dari segi fisik pembangunan di sejumlah sekolah dan rumah para guru memang harus kami sadari masih kurang karena keterbatasan biaya, apalagi tahun 2017 memang Bupati meninjau langsung sejumlah infrastruktur pendidikan di Sintang yang rusak,” ungkap Yustinus kamis (04/02/2018, menanggapi Kritikan Bupati Sintang Jarot Winarno saat sidak ke kantornya.

Yustinus juga meminta sekolah- sekolah dapat menggunakan dana Biaya Oprasional Sekolah (BOS) dengan baik, sehingga tidak membiarkan sekolah bolong apalagi saat Bupati mengunjungi sekolah tersebut.

“Saya akan tegas kepada sekolah – sekolah ketika ada kerusakan ringan gunakanlah untuk perbaikan dan perawatan ringan itu dibenarkan dan diperbolehkan,” tambahnya.

Yustinus juga mengatakan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengevaluasi sekolah- sekolah agar dapat memelihara dan menjaga sekolah- sekolah tersebut jangan sampai dibiarkan hingga roboh.

“ Kalau untuk pemeliharaan ringan diperbolehkan dari dana bos jadi jangan tergantung dari dana DAK saja, tahun ini kita punya DAK afirmasi dan diharapkan dapat mengatasi perumahan guru yang rusak,” lanjutnya.

Ada 14 unit mess guru yang akan di bangun tahun 2018 ini, namun agar lebih efesien pembangunannya menggunakan dua pintu jadi 1 unit dapat di tempati dua keluarga.

Berkaitan dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kata Yustinus Dinas Pendidikan akan meminta guru- guru memberikan motivasi pada masyarakat agar para orang tua di pedalaman dan daerah terpencil mau menyekolahkan anaknya pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

“ Saat ini sebenarnya sekolah- sekolah SD sudah berdekatan atau minimal dapat dijangkau untuk ke  SMP namun yang menjadi problem adalah kondisi infrastruktur yang menyebabkan masyarakat sulit ditempuh ke sekolah,” Tandasnya. (Fik)

 

 

Komentar

Detiksaga News