Jarot : Masyarakat Senang kalau Perawat atau Bidan Datang ke Rumah

www.detiksaga.com. SINTANG – Harapan masyarakat kepada perawat atau bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan adalah bisa datang ke rumah, jika ada pasien yang sakit. Demikian disampaikan Bupati Sintang dr. Jarot Winarno, M.Med.PH saat membuka Workshop yang dilaksanakan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama dengan Universitas Gajahmada, di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (12/9/2017).

“Masyarakat senang, kalau ada yang sakit, perawat atau bidan datang ke rumah. Ini adalah harapan masyarakat kepada kader kesehatan di desa tempat bertugas,” kata Jarot.

Jarot menilai Workshop penting diikuti oleh kader kesehatan seperti perawat, bidan dan tenaga medis di Puskesmas dalam upaya peningkatan kinerja di desa. Kata Jarot, pembangunan terhadap kesehatan ada tiga pilar yang perlu ditinjau dan diamalkan dalam diri sendiri. Yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan mengcover semuanya dengan asuransi kesehatan atau jaminan kesehatan. “Ini penting diingat,” tegasnya.

Paradigma sehat ialah menciptakan kesehatan yang baik. Setelah mengikuti Workshop, para kader kesehatan diharapkan dapat menerapkannya di masyarakat. Adapun pelayanan kesehatan, Jarot menginginkan terus diperkuat sesuai dengan standar pelayanan minimal.

Menurutnya Negara ini bisa maju, bisa besar, dan berkembang jika dikelola dengan memberikan harapan. Kader kesehatan harus selalu berfikir positif dengan memberikan harapan kepada masyarakat. “Jangan memberikan ketakutan bakepada mereka. Mulailah berikan harapan dari lingkungan terkecil, yakni rumah hingga lingkungan masyarakat,” pesan Jarot.

Sutata, pihak dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan ini dilaksanakan tiga hari.

Tujuan kegiatan untuk dapat meningkatkan upaya promosi gaya hidup masyarakat di kawasan perbatasan, mengetahui pengendalian penyakit, meningkatkan pengetahuan kesehatan kepada kader kesehatan, mengetahui rancangan model pelayanan kesehatan, serta dapat mendeteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.

Pihak Universitas Gajahmada Yogyakarta, Sofia Adriana menyebut ada 10 kabupaten di seluruh Indonesia yang melakukan kegiatan serupa, satu di antaranya Kabupaten Sintang. (din)

 

 

Komentar

Detiksaga News