Para Kades Protes Perusahaan Sawit Di Sintang Yang Tidak Mempekerjakan Tenaga Lokal

www.detiksaga.com  Sintang: Tujuh orang kepala desa (Kades) dari Kecamatan Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang menyatakan protes terhadap perusahaan sawit yang beroprasi di wilayah mereka mengingat empat perusahaan sawit diwilayah tersebut mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah.

“Mereka mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah tanpa berkoordinasi dengan aparatur desa, untuk di desa merkak saja ada sekitar 70 KK ( Kepala keluarga) yang datang dari luar tanpa melapor pada Desa,” Ungkap Kepala desa Merkak Kecamatan Ketungau Hilir Cerdus Awen kepada www.detiksaga.com  di gedung DPRD Sintang, Selasa (21/02/2017).

Dalam Rapat Kerja bersama DPRD Sintang pihak perusahaan mengaku telah meminta kades menyiapkan tenaga kerja lokal, namun pernyataan ini di bantah langsung para Kades yang menyatakan tidak ada pihak perusahaan meminta hal tersebut.

Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang Florensius Kaha menyatakan sesuai laporan sejak desember 2016 pihak perusahaan telah mempekerjakan tenaga lokal hingga 89 persen sisanya perusahaan menggunakan tenaga luar.

“Yang dipertanyakan para kepala desa di kecamatan Ketungau Hilir dan Ketungau tengah itu telah kita inventarisir pihak perusahaan melaporkan kekurangan tenaga kerja lokal sekitar 238 orang untuk panen sawit dan sudah di minta pada para kepala desa namun tidak ada yang berminat, terpaksa pihak perusahaan mengambil tenaga luar,“ Jelas  Kaha.

Menurut Kaha kondisi ini hanya miskomunikasi antara perusahaan dengan Masyarakat setempat, maka para pihak memang perlu duduk satu meja untuk menjelaskannya.(Fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detiksaga News